Cari Blog Ini

Memuat...

Senin, 12 April 2010

penerapan Balanced Scorecard Pada perusahaan

Balanced Scorecard merupakan suatu kerangka kerja baru yang
mengintegrasikan berbagai ukuran yang diturunkan dari strategi perusahaan. Selain
ukuran finansial masa lalu, Balanced Scorecard juga menggunakan pendorong kinerja
masa depan. Pendorong kinerja yang meliputi perspektif pelanggan, proses bisnis
internal, dan pembelajaran serta pertumbuhan, diturunkan dari proses penerjemahan
strategi perusahaan yang dilaksanakan secara eksplisit dan ketat ke dalam berbagai
tujuan dan ukuran yang nyata. Balanced Scorecard tetap mempertahankan berbagai
ukuran finansial tradisional yang hanya menjelaskan berbagai peristiwa masa lalu dan
tidak memadai untuk menuntun dan mengevaluasi perjalanan yang harus dilalui
perusahaan abad informasi dalam menciptakan nilai masa depan melalui investasi
yang ditanamkan pada pelanggan, pemasok, pekerja, proses, teknologi, dan inovasi.
Balanced Scorecard melengkapi seperangkat ukuran finansial kinerja masa lalu dengan
ukuran pendorong (drivers) kinerja masa depan.
Banyak perusahaan yang mengklaim telah menerapkan Balanced Scorecard.
Padahal mereka baru menerapkan model pengukuran yang relatif lebih seimbang
ketimbang hanya menggunakan pengukuran kinerja yang berbasis pada ukuran
keuangan semata. Keberhasilan penerapan Balanced Scorecard sangat ditentukan oleh
proses penyusunan/pengembangan Balanced Scorecard itu sendiri. Pengembangan
Balanced Scorecard yang tidak tepat pada akhirnya akan kembali mengantarkan
perusahaan kepada model pengukuran yang tidak mampu menjelaskan strategi
perusahaan. Atau dengan kata lain perusahaan menerapkan model pengukuran yang
relatif berimbang saja atau bahkan hanya merupakan model pengukuran kinerja yang
berbasis finansial belaka.

0 komentar:

Poskan Komentar