Cari Blog Ini

Memuat...

Rabu, 05 Januari 2011

Komponen Resiko Audit

Komponen Resiko Audit

RESIKO BAWAAN

Merupakan suatu hubungan yang mempunyai karakter yang berbeda dalam usaha atau berbisnis terhadap kliennya. Didalam situasi kemunduran industri, perusahaan mempunyai resiko bawaan yang lebih baik dari pada perusahaan dalam kondisi yang stabil.

Industri mempunyai volume yangg keras di dalam transaksi kas dan mempunyai level yangg lebih tinggi pada resiko bawaan. Auditor tidak dapat mengurangi tingkatan pada resiko bawaan, meskipun dalam sistem terlindungi dengan pengendalian yang sangat baik, data keuangan sebagai akibat dari laporan keuangan yang dapat menyebabkan kesalahan pada material yg digunakan.

Untuk menjelaskan resiko bawaan anggaplah pada pemeriksaan laporan keuangan pemilik usaha memperlihatkan keseimbangan piutang pada angka 10M. Tanpa sepengetahuan auditor dan pemilik usaha beberapa pelanggan menjumlah seebanyak 2M untuk keperluan diluar usahanya. Akun ini adalah bagian dari komponen dari total piutang yg berjumlah 10M . ini tidak seperti kesatuan. Akun ini sebagai harta dalam kondisi perekonomian perusahaan.

RESIKO PENGENDALIAN

Adalah pengendalian suatu struktur yang telah rusak. Karena pengendalian ini merupakan suatu indeks untuk mencegah atau mendeteksi kesalahan-kesalahan pada akun-akun.

Untuk menggambarkan pengndalian resiko kita mengikuti sebagian catatan penjualan pelanggan. Salah satu system jual belinya yaitu:

Jumlah Harga Total

10 Rp 20 Rp 2000

Anggaplah jumlah dan harga dalam catatan itu benar dan total 2000 adalah salah. Dalam bagian ini kita melihat dalam Sistem Informasi Akuntansi (SIA) dimana control yang cukup akan menjaga tau mendeteksi kesalahan. Jika pengendalian adalah kekurangan dengan nilai dalam catatan tersebut adalah tidak benar, senelum proses lalu resiko pengendalian tidak mendeteksi adanya kesalahan saat saat memasukan data file tambahan.

Auditor mengurangi tingkatan dalam resiko pengendalian dengan mengadakan testpengendalian internal. Contohnya auditor membuat test transaksi dalam sebagian kesalahan yang ada pada keseluruhan nilai atau jumlah. Salah satu penggunaan aplikasi di dalam test, hasil dari test akan mengindikasikan harga, kelanjutannya Kesalahan tidak dapat terdeteksi dan akan menjadi tidak benar dalam pencatatan akun piutang.

RESIKO DETEKSI


Deteksi risiko adalah risiko bahwa auditor bersedia mengambil kesalahan tidak terdeteksi atau dicegah dengan struktur kontrol juga tidak akan terdeteksi oleh auditor.auditor set tingkat yang dapat diterima risiko deteksi (risiko deteksi yang direncanakan) yang mempengaruhi tingkat pengujian substantif bahwa mereka perform.for contoh, pengujian lebih substantif akan diperlukan bila risiko deteksi yang direncanakan adalah 1 persen dari wen itu adalah 5 persen.


RISIKO AUDIT FORMULA / MODEL


Auditor Keuangan menggunakan komponen ini dalam formula untuk menilai tingkat risiko di daerah masing-masing untuk menentukan ruang lingkup, sifat, dan waktu pengujian substantif.


Rumus risiko audit / model


AR = IR x CR x DR


Asumsikan risiko audit dinilai dengan nilai sebesar 5 persen, konsisten dengan interval kepercayaan 95 persen yang terkait dengan ilustrasi statistics.by, menganggap IR dinilai sebesar 40 persen, dan CR dinilai pada 60 percent.what DR akan?

5% = 40% x 60% x DR

DR = 4.8%

0 komentar:

Poskan Komentar